Saran dan Masukan Bidang Sabo Draft Buku Rencana Aksi Nasional Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim

Sebagai upaya mendukung Mitigasi dan Adaptasi Peubahan iklim, khususnya dalam Bidang Sumber Daya Air, maka dirasa perlu untuk menjabarkan rencana aksi di Bidang Sabo dalam 5 Pilar Utama sebagai berikut:

  1. Konservasi Daerah Aliran Sungai

Pengembangan Teknologi Sabo diselaraskan dengan Gerakan Nasional Penyelamatan Air.

  1. Menejemen Dataran Banjir

Pengembangan teknologi pengelolaan dataran sungai yang memperhatikan Karakter dan Periode Banjir.

  1. Teknologi Sabo Aman Lingkungan

Pengembangan infrastruktur sabo dengan teknologi yang mengakomodasi Emisi Karbon Minimal dan Zero Waste.

  1. Tim Tanggap Darurat Fenomena Bencana Sedimen

Akselerasi peningkatan Human Capacity untuk merekam tipologi bencana sedimen yang sedang terjadi.

  1. Rasionalisasi Data untuk Teknologi Peringatan Dini

Meningkatkan keandalan Laboratorium dan pengelolaan data untuk meningkatkan Peranan Balai Sabo sebagai Scientific Baackground Teknologi Sabo di Indonesia.

Contoh Proposal Rencana Aksi

ECO-PARK KALI SOPALAN SEBAGAI DAS MIKRO PERCONTOHAN UNTUK MITIGASI DAN ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM

Pendahuluan

Salah satu permasalahan yang krusial yang dipengaruhi oleh pemanasan global tersebut adalah ketersedian air. Ketersediaan air merupakan issu milenium ini yang jika tidak dikelola denganbaik dapat menyebabkan konflik masyarakat.

 

Keadaan manajemen air di Indonesia pada saat ini termasuk dalam kategori yang kurang baik. Bila dibiarkan hal ini akan menyebabkan persoalan yang tidak menguntungkan, oleh karena itu perlu dilakukan pencegahan yang sistematis dan terencana. (http://www.wwf.or.id/berita_fakta/reports/?10340/Dampak-Perubahan-Iklim-terhadap-Pengelolaan-DAS-Citarum)

Permasalahan

Vörösmarty et al. (2000) menunjukan bahwa masalah air terjadi karena adanya peningkatan penduduk bumi sehingga meningkatkan pula kebutuhan air. Kebutuhan yang meningkat akan semakin menekan pada sistem air global yang berkaitan dengan efek pemanasan global. Peningkatan jumlah penduduk dan ekonomi menjadi pendorong utama kebutuhan air, sementara itu ketersediaannya dipengaruhi oleh peningkatan evaporasi (penguapan) akibat peningkatan temperatur permukaan bumi.

Para pengambil keputusan membutuhkan suatu kajian yang dapat memberikan contoh pengelolaan DAS yang mampu menjembatani fungsi sosial, lingkungan, dan ekonomi dari sumber daya air sehingga dapat diaplikasikan di daerah lain.

Tujuan

Kajian ini dibuat untuk menganalisis dampak perubahan iklim terhadap karakteristik DAS Mikro percontohan. Penelitian ini memberikan jawaban atas kebutuhan analisis penerapan teknologi menejemen DAS yang adaptfi terhadap perubahan iklim yang selanjutnya akan mempengaruhi variabel-variabel yang terkait dengan sistem kesetimbangan air dan manajemen air secara terintegrasi. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang manajemen subdas mikro yang mitigatif dan adaptif terhadap dampak dari perubahan iklim yang selanjutnya dapat digunakan untuk rekomendasi rencana pembangunan berkelanjutan.

Metodologi

Daerah kajian dalam penelitian ini adalah Sub Das Mikro Kali Sopalan, Balai Sabo, Sopalan Maguwoharjo, Depok Sleman, Yogyakarta.

Pembentukan Sub Das Percontohan ini diupayakan melibatkan masyarakat sekitar yang sehari-hari mencafi nafkah di area tersebut. Untuk menghindari para broker, maka diperlukan pendataan jauh sebelum penelitian dilaksanakan, dalam periode yang rasional.

Diukur perubahan muka air tanah di masing masing sumur penduduk sebelum dan sesudah teknologi sabo konservasi air dilaksanakan.

Diamati dinamika morfologi sungai, hidrologi, hidraulika, dan transportasi sedimen di lokasi tersebut.

Diukur kapasitas DAS dalam mendukung kebutuhan warga masyarakat sekitar akan sumber daya air.

Pustaka Acuan

Sepuluh tahun perjalanan negosiasi konvensi perubahan iklim, books.google.co.id, Daniel Murdiyarso - 2003

Email anda terkena Phising atau Hacking?

Tanda-tanda email di hack:

“sering mengirim email ke kontak rekan rekan anda, tanpa anda sadari.

email tersebut biasanya bersifat iklan, minta kiriman uang dalam jumlah tertentu, dsb., dan jika di klik, teman yang menerima email anda akan terinfeksi virus phising tersebut.”

Banyak website/situs yang menyediakanfree email service, apa itu email? email adalah jasa surat elektronik atau biasa disebut dengan email, email bagi seseorang yang bergelut di dunia IT memang kadang menjadi suatu keperluanyang sangat mendasar.

Dengan email kita dapat mendaftar/registrasi di banyak situs sepertifacebook, kaskus, friendster dll. dan situs penyedia email pun sudah banyak, mulai dari yahoo, gmail, plasa, kapanlagi, indowebster dll.

Saking perlu nya email, bahkan bila seseorang telah “kecolongan” alias email nya di “bobol”, entah itu di bomb atau di curi password nya maka semua kehidupan dunia online nya pun akan mengalami hambatan.

Lalu bagaimana cara mengatasi email kita yang telah di hack atau di curi?, cara nya sangat mudah, kita hanya tinggal pake forgot password aja, dan selesai, satu hal yang sebenarnya harus diingat dalam membuat email, yaitu kita harus mengingat tidak hanya pssword, tetapi kita juga mesti mengingat pertanyaan keamanan kita.

Ini fungsi nya agar email kita menjadi lebih aman, memang apabila password kita telah dikatahui maka “orang” tersebut pun dapat merubah password kita, namun apabila “pertanyaan kemanan nya” atau biasa di sebut “security question” itu tidak dapat di ganti, jadi yang terpenting jangan sampai lupa mengingat pertanyaan keamanan.

Ini juga merupakan sebuah tips dalam pembuatan email agar email kita dapat lebih aman.

Sumber: http://hasiaulia.net/2009/08/03/cara-mengambil-kembali-email-yang-dihack/

Tutorial yang lebih lengkap silahkan buka di Yahoo:

http://help.yahoo.com/l/id/yahoo/mail/classic/abuse/;_ylt=AkI.V1B8qSE3psK1VZPgD6.45id4

 

Grooveshark Widgets – Music Playlists for Your MySpace & Blog

Grooveshark Widgets – Music Playlists for Your MySpace & Blog.

Definisi dari Saboworks

River System Sabo

A river having its head stream in a devastated mountain is prone to

the aggradation of a riverbed due to the deposit of sediments flowing

from the mountain, thereby causing floods and damages through

the entire river basin. In such a river it is necessary to control sediment

runoff from the upper stream and prevent extreme changes in

the height of the downstream riverbed (Fig. 1). Sabo works for such

purpose is called “River System Sabo”

Collapsed Land Areas in Japan

Mt. Tonbi collapsed in the earthquake in 1858 and produced a large
amount of sediment (Toyama Prefecture).
Collapse on Mt. Hieda in the Hime River System (Nagano Prefecture)

Sabo Works on Mt. Tateyama Protecting the Toyama Plain

Tateyama caldera and its surrounding areas in the upstream of Joganji

River were notorious as one of the most devastated area in Japan.

The sabo works in the upstream of Joganji River was performed with

the intention of decreasing sediment flowing out of these areas and

protecting the Toyama Plain from floods caused by riverbed aggradation

in the downstream.

Toyama Plain viewed from Mt.Tateyama
Fig1.

Fig. 1) A sabo dam prevents riverbed erosion, hillside landslide and

a large amount of sediment flow at a time by accumulating sediment in it.

Fig. 2
Joganji River is at such a high altitude at a 10km-point from its
river mouth that Toyama City can be viewed down below from
that point. On top of this, Joganji River is a raised bed river.

Fig.2) Joganji River is at such a high altitude at a 10kmpoint from its

river mouth located on the alluvial fan in the Toyama Plain that Toyama

City can be viewed down below from that point. On top of this, Joganji

River is a raised bed river. A raised bed river is a river whose riverbed

is raised above the surrounding ground due to sediment deposit inside

the river banks. A large amount of sediment flow from the upstream

has raised the riverbed of Joganji River above the ground over a long

period. Once it floods, it may cause a severe disaster.

By the courtesy of: International Sabo Network. All Right Reserved.

http://www.sabo-int.org/dott/river.html

Definisi dari Aliran Debris

Debris Flow

Part of soil, stone and gravel making up a hillside and river bed is intermingled with water from long-continuing or localized rainfall, becomes slushy like porridge and is carried downstream at a dash. The flow is called a “debris flow”.

The debris flow that occurred at Kamikamihori valley in Mt.Yakedake (August 3, 1976)

The debris flow that occurred in the Nojiri river in Sakurajima, Kagoshima Prefecture (July 2-3, 1985)

Debris flow disasters occar frequently in recent years

Debris flow disaster occurred under the influence of the Bai-u front along Yamatetani river in Matsuyama City (June 20, 2001)

The debris flow flowing, involving woody debris, down the Aratani River at Saeki Ward.
Hiroshima City, Hiroshima Prefecture (June, 1999).

A debris flow caused by a torrential rainfall in Nishi-machi, Kochi City (September 25, 1998)

Preventive measures against debris flows

Sabo dam as preventive measures against debris flows
Sabo dams built in the upstream areas of mountain streams accumulate sediment and suppress production and flow of sediment. Those built at the exits of valleys work as a direct barrier to a debris flow which has occurred. A sabo dam with slits is particularly effective in capturing a debris flow because it has a larger capacity of sand pool under normal conditions. In case that there is a fear of flow-down of driftwood, a slit sabo dam is built as a preventive measure.

Function of slit type sabo dam

(1)The dam allows sediment to flow downstream under normal conditions. areas.

(2)When a large scale debris flow occurs, sediment is captured and temporarily held here to prevent disasters in downstream

By the courtesy of: International Sabo Association. All rights reserved.

http://www.sabo-int.org/dott/index.html

Santosa Sandy Putra

Civil Engineer

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.